Pemkot Bangun Sejumlah Waduk, Desalinasi Ditindaklanjuti
BALIKPAPAN, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan perhatian sangat serius terkait ketersediaan air bagi masyarakat Balikpapan sehingga berbagai upaya terus dilakukan tefrmasuk desalinasi air laut yang diolah menjadi air bersih siap konsumsi juga membangun sejumlah waduk dan menambah sejumlah sumur dalam yang dinilai memiliki kandungan air tanah yang cukup besar.
Walikota Balikpapan Rizal Effendi, SE mengatakan pembangunan pembangunan sejumlah waduk seperti waduk Teritip dan waduk Aji Raden dan menambah sejumlah sumur dalam yang dinilai banyak mengandung air tanah yang cukup membantu masyarakat untuk ketersediaan iar baku.
Selain itu, kata Rizal Effedi, SE Walikota Balikpapan, kebutuhan air untuk masyarakat Balikpapan terus meningkat, ini dikarenakan beberapa hal seperti angka kelahiran yang cukup tinggi, adanya perpindahanm penduduk dari daerah lain masuk dan menetap di Balikpapan termasuk banyaknya industri kerja didaerah ini termasuk pembangunan dan perluasan kilang Pertamina dan sejumlah proyek besar lainnya.
‘’Kalau seklarang ini sampai tahun 2018 mendatang ketersediaan air bersumber dari waduk Manggar dan beberapa sumur dalam dianggap masih cukup mampu melayani pelanggan dan masyarakat namun ketika kita akan memasuki tahun 2020 maka dipastikan ketersediaan air di daerah ini harus ditambah,’’ ujar Rizal Effendi.
Sesungguhnya, sebelum tahun 2010 saja telah kesulitan air manakala terjadi kemarau dan kasus ini sudah tetrlihat dalam lima tahun terakhir.
‘’Kalau saat ini air baku yang ada masih terbilang aman, bisa untuk kebutuhan lima bulan ke depan. Namun ketika mulai terjadi kemarau maka kita mulai sibuk membicarakan ketersediaan iar baku yang sulit. Sehingga kita mulai mencari alternative lain termausk melakukan desalinasi air laut menjadi air siap konsumsi kendati kost operationalnya sangat besar sekali,’’ jelas Rizalo Effendi.
Kalau sekarang sedang membangun dan mulai melakukan ujicoba pengisian air di waduk Teritip di Kecamatan Balikpapan Timur.
"Kita masih harus membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yang nantinya dapat mengolah air baku dari waduk Teritip menjadi air siap konsumsi yang didistribusikan kepada pelanggan," lanjutnya.
Kata Rizal, pembangunan badan waduk Teritip sudah tuntas tinggal pembangunan IPAM yakni pengolahann air bersih dan bangunan ini berada disekitar waduk Teritip, hanya sekitar 200 meter, sebelumnya terkendala lahan warga namun belakangan semua sudah tuntas termasuk pembebasan lahan milik warga sehingga kita tinggal pengoperasian waduk Teritip itu saja setelah pembangunan IPAM dinyatakan tuntas.
Diakuinya, sebelum ini ada kendala soal pembebasan lahan namun karena upaya pemerintah kota (Pemkot) didukung unsur Muspika dan pemahaman masyarakat pemilik lahan. Akhirnya lahan-lahan yang tadinya masih terkenada kini sudah dibebaskan dan pengisian air secara permanen mulai dilaksanakan sambil menunggu pembangunan IPAM yang masih cukup besar biaya yang dibutuhkan.
Sebelumnya, Camat Balikpapan Timur Said Iqbal Yahya mengingatkan para ketua RT dan tokoh masyarakat untuk membantu pemerintah kota dalam percepatan pembangunan Waduk Teritip dan pembangunan untuk Instalasi Pengelolaan Air Minur (IPAM).
Hal ini disampaikan langsung saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di Kelurahan Teritip, untuk pembangunan IPAM saja kata Camat Balikpapan Timur memang masih ada warga yang enggan melepas hak atas tanah yang dia miliki kecuali harga ganti rugi lahan tidak menggunakan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dan akhirnya pemkot Balikpapan mengambil jalan keluar untuk pembebasan lahan dan kini sudah tidak ada masalah.
“Lokasi pembangunan IPAM memang tidak terlalu jauh dari Waduk Teritip dan juga masih satu arah hanya sekitar 200 meter saja namun pembangunannya terkendala waktu penyelesaian, karena ketika itu masih ada warga pemilik lahan yang enggan melepaskan hak atas tanah yang dia miliki,” jelas Camat Balikpapan Timur.
Sementara itu, Lurah Teritip Achmad Mauluddin juga mengajak warga untuk bersama-sama membantu PDAM dalam pembangunan IPAM ini, kalau IPAM itu bisa segera selesai, warga sendirilah yang akan menikmati pelayanan air bersih, pasalnya selama ini baru sebagian warga Teritip yang mendapat air bersih produk PDAM.
“Kita akui hanya beberapa lingkungan rumah warga saja yang baru menikmati air bersih itupun yang berada dekat IPAM SMP Negeri 13, sementara untuk warga lainnya masih mendapatkan pasokan air bersih dari air tanah ataupun air sumur bawa tanah yang kualitasnya masih belum terjamin,” ungkap Achmad Mauluddin.
Dibagian lain, Dirut PDAM Haidir Effendi, mengakui meski pembangunan waduk Teritip sudah selesai tapi baru bisa dimanfaatkan tahun 2018.
"Itu pun tak bisa maksimal langsung 250 liter per detik kita akan lakukan secara bertahap dulu," lanjutnya.max/poskotakaltimnews.com